Friday, October 24, 2008

Hadiah

Seorang pejuang besar tak kunjung pulang dari berburu . keluarganya menganggapnya telah meninggal, kecuali anak bungsunya yang setiap hari bertanya, "DIMANA AYAH?" DIMANA AYAH?"
Kakak-kakak sang anak, yang adalah tukang sulap pada akhirnya pergi mencari sang ayah. Mereka menemukan tombak yang patah, dan setumpuk tulang belulang. Sang putra sulung merangkai tulang belulang tersebut menjadi kerangka; putra yang kedua menutupinya dengan daging; putra yang ketiga memberikan nafas kehidupan kepadanya.
Sang pejuang pun bangkit dan berjalan ke desa dimana diadakan perayaan besar. Ia mengatakan, "Saya akan memberikan hadia yang baik kepada orang yang membangkitkan saya dari antara orang mati."
Masing-masing putranya berseru, "Berikanlah kepada saya, sebab saya yang telah melakukan paling banyak." "saya akan memberikan hadiahnya kepada anak bungsu saya," demikian sang pejuang mengatakan. "Sebab dialah yang menyelamatkan nyawa saya. Seseorang tidak pernah benar-benar meninggal sampai ia terlupakan!"

No comments: